PELAKSANAAN BUDAYA RELIGIUS DI SMP NEGERI 01 TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR

Reni Musdalifah, NIM. 14290094 (2018) PELAKSANAAN BUDAYA RELIGIUS DI SMP NEGERI 01 TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR. Diploma thesis, UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang.

[img]
Preview
Text
Reni Musdalifah Nim14290094 .pdf

Download (4MB) | Preview
Official URL: http://perpustakaan.ac.id

Abstract

Budaya religius sekolah sangatlah diperlukan untuk mewujudkan pribadi manusia khususnya peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan budaya religius di sekolah tidak terlepas dari adanya peran kepala sekolah dan guru. Hal ini membuat peran kepala sekolah dan guru menjadi penting dalam menanamkan nilai religius pada peserta didik sebagai upaya tercipta dan telaksananya budaya religius di sekolah. Rumusan masalah pertama, bagaimana pelaksanaan budaya religius di SMP Negeri 01 Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Kedua, faktor apa saja yang menghambat dan mendukung pelaksanaan budya religius di SMP Negeri 01 Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan budaya religius di SMP Negeri 01 Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir dan faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan budaya religius di SMP Negeri 01 Tanjung Batu KabupatenOgan Ilir. Informan pada penelitian ini terdiri dari informan kunci (Kepala Sekolah, Guru PAI) dan informan pendukung (Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, siswa). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriftif kualitatif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh pelaksanaan budaya religius yang ada di SMP Negeri 01 Tanjung Batu terintegrasi dalam kegiatan berikut : salam-salaman, berdo‟a sebelum dan sesudah pembelajaran,sholat zuhur berjamah, dan jum‟at taqwa. Dalam pelaksanaan budaya religius terkait erat dengan peran seorang pemimpin, yaitu : Pertama, penugasan/instruksi/komando, yaitu dengan melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi yang dimiliki baik itu guru, staf maupun yang lainnya. Kedua, koordinasi yaitu dengan adanya kerja sama kepala sekolah terhadap guru, dan staf lainnya dengan memberikan kesempatan untuk mengeluarkan ide atau pendapat dalam pelaksanaan budaya religius. Ketiga, motivasi yaitu dengan memiliki kedisiplinan, ketertiban, serta mengajarkan apa saja yang baik sehingga seluruh warga yang ada di lingkungan sekolah ikut menyerap apa yang dilakukan oleh kepala sekolah. Keempat, mengarahkan/ memimpin/ mengawasi yaitu dengan memberikan pengambilan keputusan yang tepat dalam internalisasi kegiatan-kegiatan yang dapat menciptakan nilai-nilai religius di sekolah. Faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan budaya religius di SMP Negeri 01 Tanjung Batu : faktor pendukung internal (tujuan pendidikan, faktor pendidikan, faktor peserta didik), faktor pendukung eksternal (faktor alat pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah). Faktor penghambat internal (faktor pendidik, faktor peserta didik), faktor penghambat eksternal (alat pendidikan, orang tua). Kata Kunci : pelaksanaan, budaya religius

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: pelaksanaan, budaya religius
Subjects: L Education > LA History of education
Depositing User: perpus perpus perpus
Date Deposited: 14 Jun 2019 06:24
Last Modified: 14 Jun 2019 06:24
URI: http://eprints.radenfatah.ac.id/id/eprint/2966

Actions (login required)

View Item View Item